Mig33 Majalengka Comunity

Selamat datang di forum Mig33 Majalengka

    Menyelamatkan Bumi Secara Bersama-sama

    Share

    riqizd
    Kopral 1
    Kopral 1

    Leo Number of posts : 104
    Registration date : 2009-03-14
    Age : 92
    Location : Cigasong-the Next metropolitan city
    Job/hobbies : Neangan duid...
    Mig33 ID : Riqizd >> tapi di banned ku nini babaturan

    Menyelamatkan Bumi Secara Bersama-sama

    Post by riqizd on Fri Apr 17, 2009 11:11 am

    Oleh : Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA at 23 Nop 2007


    Persoalan menyelamatkan lingkungan alam memang seharusnya menjadi tanggungjawab bersama. Bukan saja antar mahluk namun juga antar kebijakan berbagai negara. Indonesia memiliki kepentingannya sendiri, demikian pula negara lain. Namun diantara berbagai perbedaan kepentingan yang ada, kepentingan menyelamatkan kehidupan di bumu harus menjadi kepentingan bersama. Berkaitan dengan hal itu, dalam sebuah acara di Bali pertengahan bulan Nopember 2007, Presiden SBY mengemukakan pikiran, gagasan dan ajakan kepada rakyat serta masyarakat dunia. Dibawah ini adalah cuplikan dan inti dari pernyataan Presiden SBY.

    Adalah menjadi tugas dan misi kita untuk melestarikan alam semesta, menyelamatkan bumi dan tanah air kita, dimana kita hidup dan juga tempat hidup untuk cucu dan generasi mendatang. Kita tentu harus melihat secara utuh alam semesta ini, tanah air, dan bumi kita, yang tentu harus memberikan manfaat terbesar bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia lahir dan bathin, sekarang dan masa depan.

    Kita tidak boleh egois, dengan keserakahan katakanlah dengan tanggung jawab yang rendah, kita menguras semuanya itu dan tidak menyisakan untuk generasi yang akan datang. Kita merusak yang menimbulkan bencana dan malapetaka yang tentunya akan mengganggu civilization atau peradaban dan segala kehidupan di muka bumi ini. Bagi Saudara-saudara yang beragama Hindu juga dikenal yang kita sebut dengan Tripitaka, kedekatan manusia dengan Yang Maha Pencipta, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya. Saya kira ini memiliki nafas dan wilayah universal. Marilah kita wujudkan satu yang baik yang diajarkan oleh agama itu untuk keselamatan dan kesejahteraan umat manusia, utamanya di negeri kita dan tentunya di seluruh dunia.

    Saya setuju, saya garis bawahi, dan saya dukung semua prakarsa untuk mengembangkan pusat-pusat seperti taman safari, kebun binatang, taman hewan, museum, galeri, dan lain-lain. Karena jelas tempat-tempat ini baik untuk belajar, untuk study mengenal alam, mengenal flora dan fauna. Yang kedua, juga bisa dilakukan penelitian, research, yang baik. Yang ketiga, tentu baik untuk kita bergembira, sehingga bisa menjadi tempat hiburan, tempat rekreasi yang baik. Dan apabila dikaitkan dengan ekonomi serta kesejahteraan juga menjadi objek wisata yang juga harus menarik bagi para pengunjung. Saya sungguh-sungguh mengajakkita semua untuk bisa mengembangkan objek-objek seperti ini.

    Sering saya katakan di berbagai kesempatan, bahwa dunia sekarang ini sedang menuju pada era baru yang kita sebut dengan gelombang keempat, peradaban manusia, fourth wave of civilization. Gelombang pertama, abad pertanian. Gelombang kedua, abad industri. Gelombang ketiga, informasi. Keempat adalah sesungguhnya gelombang 3 plus, yaitu yang bercirikan penghormatan dan keramahan pada lingkungan, karena hanya dengan itulah kehidupan manusia akan terus berlangsung, kita survive dalam kehidupan di dunia ini.

    Itulah pula dunia makin sadar, bahwa buminya makin tua, kalau tidak kita pelihara akan makin rusak, sebagaimana presentasi dari Saudara Rahmatsyah tadi, sehingga kita harus bersatu, melangkah bersama, bertindak bersama pula untuk menyelamatkan bumi kita. Itulah sebabnya bulan depan di Denpasar, Pulau Dewata ini akan dilaksanakan Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas, bagaimana kita menghadapi perubahan iklim, climate change dan akhirnya kita bersama-sama dapat menyelamatkan bumi dan masa depan kita.

    Kembali kepada peradaban gelombang keempat tadi. Kita harus bisa mengantisipasi, mempersiapkan diri dengan baik, karena ekonomi pun, ekonomi yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat harus bisa kita kaitkan dengan karakter peradaban gelombang keempat itu. Bukan hanya ekonomi yangberbasiskan pertanian, berbasiskan industri dan berbasiskan jasa informasi, tetapi ekonomi yang juga berbasiskan pada lingkungan dalam arti luas. Ekonomi kreatif yang memadukan seni, kreativitas dan teknologi. Ekonomi produk budaya, culture economy, ekonomi warisan, warisan sejarah, heritage economy, ekonomi lingkungan, wisata lingkungan, eco-tourism, eco-economy. Itu karakter ekonomi gelombang keempat. Indonesia kaya, dengan potensi itu,oleh karena itu, marilah kita menjemput masa depan seperti itu dan kita bersama-sama daya gunakan keunggulan yang dimiliki di negeri kita ini untuk menuju ekonomi gelombang keempat.

    Go Global Atau Go Local

    Sering ada pertanyaan yang betul itu go global atau go local? Apakah kita harus masuk pada ekonomi dunia yang serba global atau justru kita mendayagunakan keunggulan-keunggulan setempat, keunggulan lokal kita. Saya mengajak, jangan dipertentangkan. Kita sudah hidup dalam era globalisasi. Ekonomi setiap negara terintegrasi dalam era globalisasi. Ekonomi setiap negara terintegrasi dengan ekonomi global. Paling sedikit yang banyak mendapatkan manfaat dari wisata. Wisatawan asing contoh, bahwa ekonomi Bali terintegrasi dengan ekonomi global.

    Oleh karena itu, tidak perlu kita gamang terhadap globalisasi. Globalisasi tentu mendatangkan peluang dan tantangan, ada yang baik-baik, ada yang buruk-buruk. Yang buruk jangan diterima, yang baik, baik untuk kita. Ada kompetisi, ada kerjasama. Kita tidak bisa membuktikan dengan globalisasi yang penting kita harus tegas dan menang dalam globalisasi. Tetapi disamping wawasan dan cara-cara yang bersifat global tadi, jangan lupa bahwa akhirnya rakyat kita, rumah tangga kita berada di tempat-tempat yang saya sebut dengan lokal tadi.

    Mereka, kalau ada kantong-kantong kemiskinan di negeri ini, ya di desa-desa, di Kecamatan, kalau ada yang masih menganggur ya di Desa, di Kecamatan. Yang merasakan apakah kesejahteraannya makin baik, ya yang tinggal di Desa dan Kecamatan tadi. Oleh karena itu, kalau kita memaknai go local, marilah kita lihat persoalan secara lokal pula. Para Kepala Desa, para Camat, para Bupati, Walikota lokal, menggunakan kekuatan lokal, keunggulan lokal untuk memecahkan masalah lokal tadi. Kalau semua Desa di negeri ini, Kecamatan di Indonesia, Kabupaten dan Kota di negeri yang kita cintai ini berpikir dan bertindak seperti itu, ada masalah lokal, ada tanggung jawab, pemimpin lokal dan dipecahkan secara baik, maka secara keseluruhan Indonesia ke depan akan makin baik. Ini yang saya maksudkan dengan go local. Jangan kita lupa melihat bahwa ada persoalan lokal yang harus dipecahkan, tapi juga ada potensi dan keunggulan lokal yang harus kita daya gunakan sebaik-baiknya. Dengan menggunakan potensi lokal kita bisa membangun daya saing.

    Saya ingin semua pemimpin memiliki kreativitas, memiliki inovasi-inovasi tertentu, bertanggung jawab untuk memecahkan masalah lokal tadi. Saya bertanggung jawab terhadap apa yang ada di Indonesia. Pak Gubernur bertanggung jawab terhadap apa yang ada di Provinsi . Pak Bupati bertanggung jawab maju mundurnya Kabupaten, demikian juga para Camat dan Kepala Desa. Tidak ada wilayah di negeri ini yang tidak ada pemimpinnya, terbagi habis, semua punya pemimpin dan kalau pemimpin itu bekerja bersama-sama, bertanggung jawab bersama-sama, saya yakin dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa banyak masalah yang dapat kita atasi dengan baik dan Masa depan kita tentu akan lebih baik dari sekarang ini.

    Selamatkan Bumi secara bersama

    Persoalan lingkungan bukan hanya dihadapi oleh Indonesia, dihadapi oleh seluruh umat manusia di dunia. Kalau bumi kita semakin panas, kalau pemanasan global atau global warming tidak bisa kita atasi, apabila emisi karbondioksida tidak terkendali, apabila climate change juga tidak bisa kita kelola dengan baik, yang merasakan seluruh umat manusia di muka bumi ini.

    Oleh karena itu, solusinya meski kerjasama global. Benar, negara-negara yang punya hutan, termasuk Indonesia harus, pertama-tama bertanggung jawab untuk menyelamatkan dan mengelola hutannya. Tapi saya juga menghimbau masyarakat dunia, negara-negara lain yang dulunya punya hutan, sekarang tidak punya hutan, yang juga menikmati hasil-hasil hutan dari negara berkembang, yang sebagian karena tidak dikelola dengan baik, ikut pula membantu dan memecahkan permasalahan ini.

    Itulah sebabnya Indonesia, saya meluncurkan inisiatif yang saya sebut dengan F-11, kerjasama diantara 11 anggota atau negara yang memilki hutan hujan tropis. Bersama-sama menyelamatkan hutan kita di wilayah Asia, Amerika Latin dan Afrika yang pertemuan pertama sudah berlangsung di New York yang saya pimpin pada bulan September yang lalu, agar bersama-sama kita menyelamatkan hutan.

    Itulah sebabnya Indonesia mengeluarkan insiatif yang di sebut Coral Triangle Initiative (CTI) menyelamatkan sumber-sumber hayati yang ada di lautan . Harus kita selamatkan dengan kerjasama yang punya wilayah itu yang membentang Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, PNG, Solomon Island bersama-sama dan juga bantuan masyarakt dunia. Mengapa? Karena lautan menahan karbon, ada carbon sink. Ini yang saya harapkan dapat dikerjasamakan, kita tidak boleh defensif, tidak boleh menyalahkan siapa-siapa, tapi kita harus bertanggung jawab mulai sekarang. Selamatkan hutan kita, selamatkan lautan kita, kalau ada kepentingan ekonomi, kita kelola dengan baik, pengelolaan hutan dengan baik, sehingga ekonomi jalan, kesejahteraan meningkat. Saudara kita yang miskin berkurang di tempat-tempat itu, tetapi hutannya tidak rusak dan itu bisa kita lakukan. Dan dengan kerjasama negara-negara sahabat, negara-negara besar, negara kaya, negara maju yang juga punya kepentingan di dunia ini hutan-hutan selamat. Hanya dengan kerjasama itulah yang akhirnya bisa menyelamatkan bumi kita.

    nene
    Moderator
    Moderator

    Male Scorpio Number of posts : 207
    Registration date : 2009-05-17
    Age : 29
    Location : sindangwangi
    Job/hobbies : game, mig33, music
    Mig33 ID : sindangwangi

    Re: Menyelamatkan Bumi Secara Bersama-sama

    Post by nene on Tue May 26, 2009 9:40 pm

    nice topic lah,,, tapi teu dibaca da panjang thumbsup very happy


    _________________
    talk less...do more...
    keep silent broth...

    aggie
    Administrator
    Administrator

    Male Scorpio Number of posts : 299
    Registration date : 2009-03-13
    Age : 25
    Location : Majalengka
    Job/hobbies : Wall Climbing
    Mig33 ID : aggie/agiee/aggie_rastafara

    Re: Menyelamatkan Bumi Secara Bersama-sama

    Post by aggie on Fri May 29, 2009 8:16 am

    intinya mari kita berlomba lomba kebaikan mnyelamatkan bumi kita ide bagus


    _________________

    mig33majalengka.hot-me.com

    Sponsored content

    Re: Menyelamatkan Bumi Secara Bersama-sama

    Post by Sponsored content Today at 1:24 pm


      Current date/time is Sat Dec 10, 2016 1:24 pm